Bab 1 obesitas

Diabetes Mellitus tipe-2 Diabetes mellitus tipe-2 jarang ditemukan pada anak obesitas. Faktor sosial ekonomi. Faktor Genetik. Pada saat tidur terjadi penurunan tonus otot dinding dada yang disertai penurunan saturasi oksigen dan peningkatan kadar CO2, serta penurunan tonus otot yang mengatur pergerakan lidah yang menyebabkan lidah jatuh kearah dinding belakang faring yang mengakibatkan obstruksi saluran nafas intermiten dan menyebabkan tidur gelisah, sehingga keesokan harinya anak cenderung mengantuk dan hipoventilasi.

Selain itu juga ketersediaan dan harga dari junk food yang mudah terjangkau akan berisiko menimbulkan obesitas.

Jarang bergerak.

Anak cacat, anak aktivitasnya kurang karena problem fisik atau cara mengasuh. Bagaimana tanda dan gejala penderita obesitas pada anak? Walaupun masih dalam ukuran normal, genetalia eksternal anak lelaki tampak lebih kecil dan hanya sedikit yang tersembul keluar karena penis tertutup oleh jaringan lemak.

Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit.

Apakah asupan energi soft drink merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja SMA di Kota Pontianak? Pertumbuhan alat genetalia perempuan umumnya berjalan normal begitu pula dengan haid pertama tidak terlambat.

Hasil penelitian menjelaskan prevalensi remaja Jamaika berusia tahun mengalami overweight sebesar Persamaan dengan penelitian ini adalah disain penelitian case controlvariabel bebas fast foodvariabel terikat obesitas. Anggota keluarga, guru dan teman ikut berpartisipasi dalam program diet, mengubah perilaku makan dan aktifitas yang mendukung program diet.

Bagi subjek penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta didik tentang hubungan konsumsi fast food dan soft drink dengan kejadian obesitas. Bagaimana patofisiologi obesitas pada anak?

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan asupan energi dari asupan fast food untuk masing-masing kelompok umur yang mengonsumsi fast food dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi fast food.

Bagi Institusi Dinas Kesehatan Kota Pontianak Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang prevalensi obesitas pada remaja SMA di Kota Pontianak dan sebagai bahan rencana pelaksanaan tindakan kesehatan masyarakat dan intervensi pencegahan untuk mengurangi obesitas.

Apabila di atas garis hijau, maka kemungkinan anak memiliki berat badan berlebih. Disain penelitian yang digunakan cross sectional. Perbedaan dengan penelitian ini adalah disain penelitian kasus kontrol dan variabel luar yang diteliti aktivitas fisik dan besar uang saku.

Faktor psikologis. Mengetahui faktor risiko frekuensi konsumsi fast food terhadap kejadian obesitas remaja SMA di Kota Pontianak. Mengetahui definisi dari obesitas.

Manifestasi klinis juga berupa sebagai berikut:Baixe no formato DOCX, PDF, TXT ou leia online no Scribd. Sinalizar por conte├║do inapropriado. Baixar. Obesitas juga dapat membahayakan kesehatan (Khasanah, ) Dewasa ini kejadian obesitas atau kelebihan berat badan pada remaja putri mencapai angka yang tinggi dibandingkan pada remaja putra.

Hal inilah yang menyebabkan remaja putri memiliki pandangan atau persepsi mengenai obesitas yang terjadi di kalangan mereka (Yohana, ). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obesitas pada saat ini telah menjadi masalah kesehatan dan berhubungan dengan terjadinya peningkatan penyakit tidak menular (Bener, ).

1 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Obesitas merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian yang serius karena termasuk peringkat kelima penyebab kematian di festival-decazeville.comr 2,8 juta. BAB I. PENDAHULUAN.

Bab 1+2 Obesitas

Latar belakang. Obesitas saat ini merupakan permasalahan yang mendunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan obesitas. obesitas pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Padang.

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG OBESITAS PADA SAAT INI

Mengetahui hubungan penghasilan orang tua dengan kejadian obesitas pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Padang.

Bab 1 obesitas
Rated 4/5 based on 40 review