Pathway patofisiologi obesitas

Ghrelin mengatur aksis hormon hipofisis, metabolisme karbohidrat dan berbagai fungsi yang berbeda dari ginjal, jantung, jaringan adiposa, pankreas dan gonad. Kanker Banyak jenis kanker yang berkaitan dengan BBL misalnya pada perempuan kanker payudara, uterus, serviks, ovarium dan kandung empedu; pada lelaki kanker kolon, rektum dan prostat.

Sebagai akibat hipertrofi sel adipos adalah resistensi terahdap insulin dan penurunan jumlah reseptor insulin di sel adipos. Terdapat peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol jahatpenurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol baik dan peningkatan kadar trigliserida.

Etologi Obesitas 1. Pemberian ghrelin jangka panjang meningkatkan asupan makan disamping menurunkan pengeluaran energi, dengan akibat meningkatkan berat badan dan risiko terjadinya obesitas. Curr Med Chemist ; Sel-sel lemak coklat kaya akan mitokondria dan menghasilkan lebih banyak panas serta lebih sedikit mengandung ATP dibandingkan sel-sel lemak putih.

Rogen, Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu: Untuk mengatasi resistensi insulin dan untuk mencegah terbentuknya glukosa dalam darah, harus terdapat peningkatan jumlah insulin yang disekresikan.

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg ataulebih. Patofisiologi pada obesitas Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake dan out put yang keluar — masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan.

Pada diabetes tipe II terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Penyakit Jantung Koroner Risiko penyakit jantung koroner pada individu obes meningkat terutama pada individu dengan distribusi lemak abdominal yang dominan dan yang memiliki berat badan berlebih mulai usia dewasa muda.

Neuropeptida utama yang meningkatkan nafsu makan adalah neuropeptida Y. Juga terjadi pelepasan adiponektin dan adipocytokine like TNF-a dan IL-6 yang meningkatkan nafsu makan.

Sistem syaraf simfatis tidak hanya mempengaruhi otot rangka dan sistem kardiovaskular tetapi juga mempengaruhi thermogenesis.

Namun kerja utama insulin adalah meningkatkan asupan makan dengan cara menurunkan kadar glukosa darah. Leptin merupakan hormon peptida yang disekresi terutama oleh jaringan adiposa dan bertugas mengirimkan sinyal ke otak tentang jumlah simpanan lemak.

Hormon yang merangsang nafsu makan dikenal dengan nama ghrelin, yang merupakan suatu ligand bagi reseptor GH secretagogue dan disintesis didalam gaster.Patofisiologi dan pathway diabetes mellitus doc ini dapat diunduh menggunakan link yang telah kami sediakan dan juga kami lengkapi dengan kerangka fikir terjadinya penyakit diabetes mellitus / festival-decazeville.com: Doni Ice.

· patofisiologi obesitas Definisi: Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi. F. Patofisiologi pada obesitas Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake dan out put yang keluar – masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan.

patofisiologi obesitas

patofisiologi obesitas Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi.

Tiap 9,3 kalori energi berlebih masuk ke dalam badan menimbulkan 1 gram lemak yang disimpanAuthor: festival-decazeville.com  · Obesitas terjadi karena adanya kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

Patofisiologi Dan Pathway Diabetes Mellitus (DM) Doc

Gangguan keseimbangan energi ini dapat disebabkan oleh faktor eksogen (obesitas primer) sebagai akibat nutrisional (90%) dan faktor endogen (obesitas sekunder) akibat adanya kelainan hormonal, sindrom atau defek genetik (meliputi 10%).

Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.

Pathway patofisiologi obesitas
Rated 3/5 based on 51 review